Follow by Email

السبت، 31 مارس، 2012

Mendidik Anak dalam Kandungan

Mendidik Anak dalam Kandungan

Mungkinkah mendidik anak sebelum ia lahir?
Jawabannya adalah bisa dan mungkin.
Disaat janin dalam rahim berusia 120 hari, Allah ta'ala mengutus seorang malaikat untuk meniupkan ruh padanya. Maka jadilah ia hidup, meski belum terlahir ke dunia. Rasulullah telah bersabda:
"sesungguhnya tiap2 orang dikumpulkan penciptaannya dalam rahim ibunya empat puluh hari berupa air mani, kemudian berubah menjadi segumpal darah selama itu juga (40hr), kemudian berubah menjadi sekerat daging selama itu juga, kemudian diutus malaikat untuk meniupkan ruh padanya"HR. MuTtafaqun alaihi

penemuan2 ilmiah di bidang pendidikan pra lahir membuktikan bahwa janin di dalam rahim mampu merespon stimulasi edukatif yg diberikan kepadanya.
Lakukan komunikasi aktif dg janin dan berikan rangsangan2 edukatif kepadanya dg keyakinan bahwa anak kita selalu meresponnya. Ini sangat bermanfaat bagi perkembangan anak dan mempersiapkannya sebelum ia membuka mata menyaksikan kilau kemilau dunia.

Berikut ini adalah beberapa metode pendidikan anak pralahir:

metode Doa
karena doa adalah instrumen paling ampuh untuk mengantarkan kesuksesan sebuah perbuatan.
berdoalah kepada Allah dan ajaklah anak dalam kandungan untuk menghadapkan wajah dan mengandahkan tangan, mengiba dihadapan Allah, memohon segala kebaikan. Ini merupakan metode utama mendidik anak dalam kandungan. Demikianlah yg dilakukan para nabi dan orang2 shalih. Contohnya doa ibrahim khalilullah alaihissalam
"Robbi Hablii minasshoolihiin"
artinya, ya Rabbi anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yg termasuk orang2 yg shalih" Ash-Shafat ayat100
doa nabi zakariya
"robbi Habli milladunka dzurriyyatan toyyibatan innaka samii'uddu'aa"
artinya, ya robbi, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yg baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa"Qs. Ali Imran ayat 38

metode ibadah dan aktifitas bersama
jadikan segala bentuk ibadah baik yg wajib maupun yg sunnah seperti shalat, puasa, sedekah, menuntut ilmu dan lainnya sebagai sarana pendidikan bagi anak dalam kandungan. Ajaklah ia beribadah bersama kita. Misalnya dg mengatakan, "yuk nak, kita shalat!" (haha so sweet, kapan ya aqu kaya gt.haha), "sabar ya nak, kita sekarang sedang berpuasa", "yuk kita belajar sungguh2 mudah2an kita mendapat ilmu yg bermanfaat" dan seterusnya. Metode ini insya Allah akan memberikan pengaruh yg sangat positif. Selain melatih kebiasaan2 aplikash kegiatan ibadah, juga akan menguatkan mental, spiritual, dan keimanan anak setelah nanti lahir, tumbuh besar dan berkembang dewasa.

Metode membaca dan menghafal
janin yg berusia lebih kurang 20minggu sudah bisa menyerap informasi melalui pengalaman2 stimulasi atau sensasi yg diberikan ibunya.
Bacakan kepadanya informasi ilmu pengetahuan dg niat ibadah, selanjutnya dg mengeraskan volume suara sebenarnya. Lakukan hal itu secara sadar untuk mengkondisikan janin terlibat melakukaknnya. Pahami dan ekspresikan bacaan tersebut dg intonasi yg khas sesuai alur cerita. Dg demikian insya Allah anak dalam kandungan akan terangsang pada kondisi ilmiyah tersebut.
Ajaklah anak untuk menghafal Al Qur'an ! (hmm, amin amin, mudah-mudahan...demi anakku saiiangs,, umi akan berusaha.wkwkwk.insya Allah)
ajaklah anak untuk menghafal ilmu!
Misalnya dg mengatakan kepadanya, "yuk nak, kita menghafal Al Qur'an!" lalu si ibu menepuk perutnya dan langsung membacakan ayat2 al Qur'an dengan berulang-ulang hingga hafal betul.
Biasakan juga dg memperdengarkan kepadanya murattal al Qur'an melalui kaset atau yg lainnya.
Bahkan hasil penelitian baru2 ini membuktikan bahwa anak dalam kandungan yg diajarkan dua bahasa atau lebih, selain bahasa ibu, akan mudah memahami bahasa2 tersebut setelah ia lahir.

Metode Dzikir
karena dzikrullah merupakan ibadah yang sangat agung dan sebagai bukti ketergantungan hati kita kepada Allah, maka jadikan dzikrullah sebagai salah satu agenda program pendidikan anak dalam kandungan. Baik dzikir yg sifatnya lisan dg mengatakan, "yuk nak,kita berdzikir" lalu ibu mulai membacakan tahmid, tahlil, takbir, tasbih, istighfar dan lain sebagainya.
Demikian pula dzikir dalam bentuk amal perbuatan. Sadari sepenuhnya kedudukan kita sebagai hamba Allah, yg senantiasa berada dalam pengawasan Allah hingga kita sungguh2 melaksanakan segala perintahNya dan meninggalkan segala laranganNya.

Metode dialog dan instruksi
lakukan interaksi antara anak dalam rahim dg orang2 diluar rahim seperti ibu, ayah, kakak dan anggota keluarga lainnya. Dengan metode ini diharapkan seluruh unsur anggota keluarga dapat dilibatkan untuk menjalin dan mengajak berkomunikasi dialogis dg anak dalam kandungan.
(oh ya jelas,, anakku pasti disaiang ama keluarga umi dan keluarga abinya...
soalnya Luchu^_^)
berikan instruksi2 sederhana kepada janin. Misalnya dg mengatakan, "ini kakak, yuk kakak disayang dulu!"
metode ini sangat bermanfaat bagi sang bayi, karena ia dapat berinteraksi dan berkomunikasi dg baik dan saling mengenal dg mereka yg ada di luar rahim. Lebih dari itu, sang bayi akan tumbuh dan berkembang menjadi anak yg penuh percaya diri dan merasakan pertalian rasa cinta, dan kasih sayang dg mereka.
Setelah akhrnya si jabang bayi lahir, sambutlah ia dg rasa gembira dan syukur kepada Allah. Awalilah kehidupannya dg melaksanakan sunnah Nabi shalallahu alaihi wa sallam. Berikan nama yg baik, mencukur rambut, menthahnik dan menyembelih hewan aqiqah. Mudah-mudahan ini menjadi awal yg baik dalam kehidupannya.

ليست هناك تعليقات:

إرسال تعليق